Adhi Karya Mulai Pembangunan Tahap Pertama LRT City


Layaknya sebuah kota megapolitan, Jakarta memerlukan kawasan yang dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi akan kondisi kemacetan yang ada. Dengan adanya kawasan TOD, masyarakat akan diuntungkan, baik untuk hunian maupun komersial, yang terintegrasi dalam satu kawasan dengan sistem transportasi masal. Konsep TOD adalah sebuah konsep penataan kota yang dinilai paling tepat untuk solusi jangka panjang masyarakat Jakarta.

Sejalan dengan kebutuhan masyarakat kaum suburban terhadap kawasan hunian masa depan, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel, mengembangkan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development dengan nama LRT City.

GM Departemen TOD dan Hotel, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Amrozi Hamidi, mengatakan, dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed use), maksimalisasi penggunaan angkutan masal LRT dengan dilengkapi jaringan prasarana pejalan kaki dan sepeda.

"Pengembangan LRT City ini merupakan upaya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk memberikan kehidupan dan peradaban baru bagi masyarakat kaum urban di Jakarta dan kaum suburban di daerah penyangga," kata Amrozi, Minggu (30/7).

 

Menurut Amrozi, pihaknya miliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodebek. Lahan tersebut, akan dikembangkan menjadi kawasan hunian dan komersial.

"Ini merupakan solusi yang kami tawarkan kepada masyarakat, agar kaum suburban bisa mendapatkan hidup yang lebih berkualitas, karena terbebas dari problem kemacetan yang semakin parah," kata dia.

Amrozi menjelaskan, saat ini setidaknya 5 LRT City yang dibangun Adhi Karya yang terletak dekat stasiun LRT Jabodebek, antara lain LRT City Bekasi (Eastern Green) seluas 16,9 hektare (Ha), LRT City Sentul (Royal Sentul Park) seluas 14,8 Ha, LRT City Jaticempaka (Gateway Park) seluas 5 Ha, LRT City Cikoko 1,2 Ha, dan LRT City Ciracas (Urban Signature) seluas 11,5 Ha.

"Khusus LRT City Royal Sentul Park, telah dilakukan ground breaking di lokasi proyek, pada Sabtu (29/7) kemarin," tambahnya.

Project Manager LRT City Sentul - Royal Sentul Park, Nanang Syafrudin Salim, mengatakan, ground breaking tahap pertama pembangunan di LRT City Sentul – Royal Sentul Park yaitu pembangunan tower apartemen dan launching shopping arcade.

"Hal ini, merupakan bukti dan komitmen kami terhadap pembeli dan calon pembeli, bahwa kawasan ini dikembangkan tepat waktu," kata Nanang.

LRT City Sentul - Royal Sentul Park dikembangkan di lahan seluas 14,8 Ha yang terintegrasi langsung dengan stasiun LRT. Untuk project berikutnya, kata Nanang, akan dibangun 12 tower apartemen, shopping mall, ruko, office tower, plaza, family garden, pedestrian dan bicycle track, serta street culinary.

"Tower apartemen pertama setinggi 33 lantai yang dibangun di atas lahan seluas 2,5 Ha, dengan total unit sebanyak 1633 unit. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada penghuni," jelasnya.

Sebagai pilihan kepada pembeli, kata Nanang, apartemen ini terdapat beberapa pilihan tipe, antara lain tipe Studio, Studio Plus, 1bedroom (BR) dan 2 BR, yang dimulai dengan harga Rp 360.000.000 untuk tipe studio.

"Sesuai dengan perencanaan pembangunan, tower pertama apartemen ini akan selesai dan bisa diserahterimakan pada tahun Juni 2020," jelas dia.

Selain membangun apartemen, kata Nanang, dalam pengembangan tahap pertama ini, telah dibangun kawasan komersial shopping arcade berupa rumah toko (ruko) sebanyak 23 unit. "Adapun kisaran harga ruko ini dipasarkan mulai Rp 3 miliar," tambahnya. 

Sumber : http://www.beritasatu.com/bisnis/444400-adhi-karya-mulai-pembangunan-tahap-pertama-lrt-city.html